ORI dan SBN Ritel: Surat Utang Negara untuk Masyarakat
ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan SBN ritel (Surat Berharga Negara ritel) adalah surat utang yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan dan dijual kepada masyarakat umum melalui mitra distribusi resmi.
2 min read · Updated June 2026
Empat seri SBN ritel utama: (1) ORI — Obligasi Ritel, kupon tetap, ditujukan ke individu Indonesia. (2) SR (Sukuk Ritel) — versi syariah ORI, sesuai prinsip syariah, dengan akad ijarah. (3) ST (Sukuk Tabungan) — sukuk syariah floating rate. (4) SBR (Saving Bond Ritel) — kupon mengambang, tenor 2-3 tahun. Tenor ORI dan SR umumnya 2-6 tahun. Kupon dibayarkan bulanan ke rekening pengguna.
Kupon SBN ritel ditentukan saat penawaran. Untuk ORI dan SR, kupon adalah fixed rate yang ditentukan pemerintah berdasarkan kondisi pasar saat penawaran (umumnya 5-7% p.a.). Untuk ST dan SBR (floating rate), kupon di-reset setiap 3 bulan mengikuti referensi suku bunga (BI 7DRR atau yield SBN dengan tenor terkait).
Pajak SBN ritel: kupon dipotong PPh final 10% (per UU PPh, mengacu pada PMK terkait). Sehingga kupon nominal 6% p.a. menjadi net 5,4% p.a. setelah pajak. Pembelian SBN ritel hanya tersedia pada periode penawaran resmi (biasanya 2-4 kali per tahun untuk masing-masing seri). Mitra distribusi: Bareksa (Sub-Registry SBN), BIONS (BNI Sekuritas), Bibit, dan beberapa bank besar (Mandiri, BCA, BRI). Pembelian minimum biasanya Rp 1 juta dan kelipatannya.
SBN ritel memiliki dua keunggulan unik: (1) Risiko gagal bayar sangat rendah karena devedor adalah pemerintah Indonesia. (2) Kupon dibayarkan bulanan, cocok sebagai sumber cashflow rutin. Beberapa seri SBN memiliki early redemption window — investor bisa mencairkan sebelum jatuh tempo pada periode tertentu.

