Hitung potongan BPJS Ketenagakerjaan dari gaji Anda dalam hitungan detik — geser upah dan umur, lalu lihat proyeksi saldo JHT dan estimasi manfaat pensiun JP Anda.
Iuran ringkas: Pekerja menanggung 3% upah (JHT 2% + JP 1%). Pemberi kerja menanggung 6,24-7,74% (JHT 3,7% + JP 2% + JKK 0,24-1,74% berdasarkan kategori risiko + JKM 0,3%). Iuran JP dibatasi pada upah maksimum Rp 11.086.300/bulan (berlaku 1 Maret 2026).
Saldo JHT proyeksi pada usia 56
Jangan sampai hasil ini hilang
Anda baru saja memproyeksikan saldo JHT Anda sampai usia 56. Simpan di Richify dan pantau bersama tabungan, investasi, emas, dan properti Anda di satu tempat.
Saldo JHT · usia 56
Rp 944 jt
Manfaat JP / bulan
Rp 5 jt
Iuran Anda / bulan
Rp 240.000
Masa iuran
28 tahun
Saldo JHT Anda ke depan
5 tahun lagi · usia 33
Rp 37 jt
10 tahun lagi · usia 38
Rp 102 jt
Pensiun · usia 56
Rp 944 jt
Ilustrasi saja: iuran JHT 5,7% upah, return 6.50% p.a. dan kenaikan upah 7% per tahun, dari saldo nol seperti kalkulator di atas. Richify menghitungnya dari saldo dan aset Anda yang sebenarnya.
Lihat masa depan keuangan saya →Iuran pekerja Anda Rp 240.000/bulan. Tetapi posisi pensiun Anda juga bergantung pada tabungan tunai, investasi (Reksa Dana, saham, emas), properti, dan utang — bukan BPJS saja.
Lihat gambaran keuangan lengkap saya →| Program | Pekerja | Pemberi Kerja | Total |
|---|---|---|---|
| JHT (5,7%) | Rp 160.000 | Rp 296.000 | Rp 456.000 |
| JP (3% — capped at Rp 11.086.300) | Rp 80.000 | Rp 160.000 | Rp 240.000 |
| JKK (0.24%) | − | Rp 19.200 | Rp 19.200 |
| JKM (0,3%) | − | Rp 24.000 | Rp 24.000 |
| TOTAL bulanan | Rp 240.000 | Rp 499.200 | Rp 739.200 |
Iuran BPJS Ketenagakerjaan mengurangi PKP untuk PPh 21
Iuran JHT (2%) dan JP (1%) yang dipotong dari pekerja dikurangkan dari penghasilan kena pajak (PKP) sebelum perhitungan PPh 21 bulanan, sehingga ada efek penghematan pajak saat masih bekerja. Pencairan JHT dikenai PPh final dengan tarif progresif yang lebih rendah dari tarif PPh 21 reguler: 0% untuk pencairan ≤ Rp 50 juta dan 5% untuk > Rp 50 juta. Manfaat JP bulanan saat pensiun dikenai PPh sesuai tarif umum (dipotong langsung oleh BPJS Ketenagakerjaan saat pembayaran).
Felix membantu pencatatan saldo JHT, JP estimasi, Reksa Dana, properti, emas, dan kripto dalam satu app dengan antarmuka Bahasa Indonesia.
Coba Richify gratis 7 hariBPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) terdiri dari 4 program: (1) JHT (Jaminan Hari Tua) — tabungan untuk pensiun, total iuran 5,7% upah (2% dari pekerja + 3,7% dari pemberi kerja). Bisa dicairkan saat usia 56 atau berhenti bekerja 1+ bulan. (2) JP (Jaminan Pensiun) — manfaat bulanan saat pensiun, iuran 3% upah (1% pekerja + 2% pemberi kerja), dengan batas atas upah JP. (3) JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) — santunan kecelakaan, iuran 0,24%-1,74% berdasarkan kategori risiko (pemberi kerja saja). (4) JKM (Jaminan Kematian) — santunan kematian, iuran 0,3% (pemberi kerja saja).
Pekerja menanggung 3% dari upah: JHT 2% + JP 1%. JKK dan JKM seluruhnya ditanggung pemberi kerja.
Pemberi kerja menanggung 6,24%-7,74%: JHT 3,7% + JP 2% + JKK 0,24-1,74% (tergantung kategori risiko) + JKM 0,3%. Untuk upah Rp 8 juta/bulan, iuran pekerja = Rp 240.000/bulan; iuran pemberi kerja = Rp 499-619 ribu/bulan tergantung risiko.
Iuran JP dibatasi pada batas atas upah JP (Rp 11.086.300/bulan, berlaku 1 Maret 2026).
JHT (Jaminan Hari Tua) BPJS Ketenagakerjaan dapat dicairkan dalam beberapa kondisi: (1) Mencapai usia pensiun 56 tahun. (2) Berhenti bekerja minimum 1 bulan (sebelumnya 5 tahun, tapi diatur ulang oleh PP No. 60/2015 dan revisi berikutnya). (3) Cacat total tetap. (4) Meninggal dunia (saldo dibayarkan ke ahli waris). (5) Pindah ke luar negeri secara permanen. Untuk pencairan parsial sebelum usia 56 tahun, ada ketentuan: pencairan 10% (untuk DP rumah) atau 30% (untuk pinjaman rumah) setelah masa kepesertaan 10 tahun.
Aturan terbaru dapat berubah; verifikasi di bpjsketenagakerjaan.go.id.
Akses saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan melalui: (1) Aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) — login dengan NIK dan password. (2) Website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id. (3) Layanan SMS BPJSTK ke 2757 (format: TKINIKtanggal lahir). (4) Kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat dengan KTP + kartu BPJamsostek. Saldo JHT mencakup akumulasi iuran pekerja + iuran pemberi kerja + hasil pengembangan dana yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan (rata-rata historis ~6-7% per tahun, mengacu pada laporan kinerja BPJS Ketenagakerjaan).
Manfaat JP (Jaminan Pensiun) dihitung berdasarkan formula: 1% × (rata-rata upah tertimbang) × (masa iuran dalam tahun, maksimum diukur dengan ketentuan PP No. 45/2015). Manfaat dibayarkan bulanan seumur hidup setelah masa iuran minimum 15 tahun (180 bulan).
Manfaat JP minimum: Rp 411.400/bulan, maksimum: Rp 4.932.300/bulan (berlaku 1 Februari 2026, disesuaikan tahunan mengikuti inflasi). Ahli waris (janda/duda, anak di bawah 23 tahun) menerima manfaat kelanjutan setelah peserta meninggal dunia.
Jika masa iuran <15 tahun saat pensiun, dana JP dikembalikan sebagai lump sum dengan hasil pengembangan.
Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan dikenai PPh Pasal 21 dengan tarif final yang lebih rendah dari tarif progresif Pasal 17 LISR. Tarif untuk pencairan JHT (PMK No. 16/PMK.03/2010 dan revisi): pencairan ≤ Rp 50 juta = 0%; > Rp 50 juta = 5%.
Untuk JP: manfaat bulanan dianggap penghasilan dan dikenai PPh sesuai tabel umum (dipotong oleh BPJS Ketenagakerjaan saat pembayaran). Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dipotong dari pekerja (3% upah) MENGURANGI penghasilan kena pajak (PKP) untuk perhitungan PPh 21 bulanan, sehingga ada efek penghematan pajak saat masih bekerja.
Potongan BPJS Ketenagakerjaan dari gaji pekerja adalah 3% per bulan: JHT 2% + JP 1%. Contoh: gaji Rp 5 juta dipotong Rp 150.000/bulan, gaji Rp 8 juta dipotong Rp 240.000, dan gaji Rp 15 juta dipotong Rp 410.863 (bukan Rp 450.000) karena iuran JP dibatasi pada upah maksimal Rp 11.086.300.
JKK dan JKM tidak dipotong dari gaji — sepenuhnya dibayar pemberi kerja. Lihat tabel iuran menurut gaji di bawah.
Untuk gaji Rp 3 juta per bulan, potongan BPJS Ketenagakerjaan dari gaji pekerja adalah Rp 90.000 per bulan: JHT 2% = Rp 60.000 dan JP 1% = Rp 30.000. Pemberi kerja membayar terpisah Rp 187.200 per bulan (JHT 3,7% + JP 2% + JKK 0,24% untuk risiko sangat rendah + JKM 0,3%), sehingga total iuran Rp 277.200 per bulan.
Dari jumlah itu, Rp 171.000 per bulan masuk ke saldo JHT Anda.
PP 46/2015 Pasal 27 mengatur bahwa hasil pengembangan JHT yang dibukukan ke saldo peserta ditetapkan berdasarkan laporan keuangan bulanan BPJS Ketenagakerjaan dan paling sedikit setara rata-rata bunga deposito counter rate bank pemerintah tenor 1 tahun — jadi tidak ada persentase tetap. Laporan Pengelolaan Program 2025 (diaudit) mencatat yield on investment dana JHT 6,98%; itu imbal hasil dana, bukan otomatis persentase yang dibukukan ke saldo Anda.
Sebagai ilustrasi dengan asumsi 5–7% per tahun, iuran JHT 5,7% dari gaji Rp 3 juta menjadi sekitar Rp 2,10–2,12 jt setelah 1 tahun. Cek saldo dan pengembangan aktual Anda di aplikasi JMO.
Iuran pekerja = (upah × 2% untuk JHT) + (upah × 1% untuk JP, dengan upah dibatasi Rp 11.086.300). Jadi untuk gaji Rp 6 juta: JHT = Rp 120.000, JP = Rp 60.000, total potongan = Rp 180.000/bulan (3%).
Pemberi kerja membayar terpisah: JHT 3,7% + JP 2% + JKK 0,24–1,74% (sesuai kategori risiko pekerjaan) + JKM 0,3%, sehingga total iuran yang masuk ke rekening BPJS Anda jauh lebih besar dari yang dipotong dari gaji. Gunakan kalkulator di atas untuk proyeksi saldo JHT jangka panjang.
Potongan BPJS Ketenagakerjaan dari gaji pekerja adalah 3% — JHT 2% + JP 1% — yang dipotong setiap bulan. Iuran JP dihitung dari upah maksimal Rp 11.086.300 (berlaku 1 Maret 2026), sehingga untuk gaji di atas itu persentase potongan turun sedikit di bawah 3%. JKK dan JKM sepenuhnya ditanggung pemberi kerja.
Contoh: gaji Rp 8 juta dipotong Rp 240.000/bulan (Rp 160 rb JHT + Rp 80 rb JP), sedangkan gaji Rp 15 juta dipotong Rp 410.863/bulan karena iuran JP berhenti naik di batas upah Rp 11.086.300.
| Gaji/bulan | JHT (2%) | JP (1%) | Total potongan/bulan | % gaji |
|---|---|---|---|---|
| Rp 4 juta | Rp 80.000 | Rp 40.000 | Rp 120.000 | 3.00% |
| Rp 5 juta | Rp 100.000 | Rp 50.000 | Rp 150.000 | 3.00% |
| Rp 6 juta | Rp 120.000 | Rp 60.000 | Rp 180.000 | 3.00% |
| Rp 8 juta | Rp 160.000 | Rp 80.000 | Rp 240.000 | 3.00% |
| Rp 10 juta | Rp 200.000 | Rp 100.000 | Rp 300.000 | 3.00% |
| Rp 12 juta | Rp 240.000 | Rp 110.863 | Rp 350.863 | 2.92% |
| Rp 15 juta | Rp 300.000 | Rp 110.863 | Rp 410.863 | 2.74% |
| Rp 20 juta | Rp 400.000 | Rp 110.863 | Rp 510.863 | 2.55% |
Potongan pekerja = upah × 2% (JHT) + min(upah, Rp 11.086.300) × 1% (JP). Pemberi kerja menanggung terpisah JHT 3,7% + JP 2% + JKK 0,24–1,74% (sesuai kategori risiko) + JKM 0,3%. Batas upah JP bersifat indikatif FY 2026 dan disesuaikan berkala. Iuran pekerja (3%) mengurangi PKP untuk perhitungan PPh 21. Alat edukasi — verifikasi di bpjsketenagakerjaan.go.id.
Untuk gaji Rp 3 juta, potongan BPJS Ketenagakerjaan dari gaji Anda adalah Rp 90.000 per bulan (JHT 2% Rp 60.000 + JP 1% Rp 30.000). Pemberi kerja menambah Rp 187.200 (JHT 3,7% + JP 2% + JKK 0,24% + JKM 0,3%), sehingga total iuran yang disetor ke BPJS Ketenagakerjaan Rp 277.200 per bulan.
Potongan pekerja 3% dan iuran pemberi kerja 6,24% pada tabel ini berlaku untuk tahun 2026. Semua gaji di tabel berada di bawah batas upah JP Rp 11.086.300 (berlaku 1 Maret 2026), jadi iuran JP dihitung dari gaji penuh. "Gaji" di sini adalah upah pokok + tunjangan tetap, dasar perhitungan iuran menurut PP 45/2015 Pasal 29.
| Gaji/bulan | Potongan pekerja (3%) | Pemberi kerja (6,24%*) | Total/bulan |
|---|---|---|---|
| Rp 2 juta | Rp 60.000 | Rp 124.800 | Rp 184.800 |
| Rp 3 juta | Rp 90.000 | Rp 187.200 | Rp 277.200 |
| Rp 4 juta | Rp 120.000 | Rp 249.600 | Rp 369.600 |
| Rp 5 juta | Rp 150.000 | Rp 312.000 | Rp 462.000 |
| Rp 7,5 juta | Rp 225.000 | Rp 468.000 | Rp 693.000 |
| Rp 10 juta | Rp 300.000 | Rp 624.000 | Rp 924.000 |
* Asumsi JKK 0,24% = kelompok risiko lingkungan kerja sangat rendah (mis. kantor). Untuk risiko sangat tinggi JKK 1,74%, iuran pemberi kerja untuk gaji Rp 3 juta menjadi Rp 232.200. Potongan pekerja tidak berubah karena JKK dan JKM sepenuhnya dibayar pemberi kerja. Tarif normal PP 44/2015; keringanan iuran sementara (jika ada untuk sektor Anda) tidak diperhitungkan. Ingin tahu gaji bersih setelah pajak? Hitung PPh 21 dari gaji yang sama di Kalkulator Pajak Penghasilan.
Sumber (dibaca 7 Oktober 2026): PP 46/2015 Pasal 16 (JHT); PP 45/2015 Pasal 28–29 (JP); PP 44/2015 Pasal 16 dan 18 (JKK, JKM); Surat BPJS Ketenagakerjaan B/1226/022026 (batas upah JP 2026).
Setiap bulan 5,7% gaji masuk ke rekening JHT Anda (2% dari Anda + 3,7% dari pemberi kerja). Untuk gaji Rp 3 juta itu Rp 171.000 per bulan, atau Rp 2.052.000 selama 1 tahun sebelum hasil pengembangan. Dengan pengembangan 5–7% per tahun, saldo JHT menjadi sekitar Rp 2,10–2,12 jt setelah 1 tahun, Rp 4,31–4,39 jt setelah 2 tahun, Rp 11,6–12,2 jt setelah 5 tahun dan Rp 26,6–29,6 jt setelah 10 tahun.
Berapa persen pengembangan saldo JHT? PP 46/2015 Pasal 27 mengatur bahwa hasil pengembangan yang dibukukan ke saldo peserta ditetapkan dari laporan keuangan bulanan dan paling sedikit setara rata-rata bunga deposito counter rate bank pemerintah tenor 1 tahun. Laporan Pengelolaan Program 2025 (diaudit) mencatat yield on investment dana JHT 6,98% — itu imbal hasil dana, bukan otomatis persentase yang dibukukan ke saldo Anda. Karena persentase yang dibukukan ke saldo untuk 2025 belum dapat kami verifikasi dari dokumen resmi BPJS, tabel memakai rentang asumsi 5%–7% per tahun (sekitar 0,42%–0,58% per bulan). Angka pasti saldo Anda dapat dicek di aplikasi JMO.
| Gaji/bulan | 1 tahun | 2 tahun | 5 tahun | 10 tahun |
|---|---|---|---|---|
| Rp 2 juta | Rp 1,40–1,41 jt | Rp 2,87–2,93 jt | Rp 7,75–8,16 jt | Rp 17,7–19,7 jt |
| Rp 3 juta | Rp 2,10–2,12 jt | Rp 4,31–4,39 jt | Rp 11,6–12,2 jt | Rp 26,6–29,6 jt |
| Rp 4 juta | Rp 2,80–2,83 jt | Rp 5,74–5,86 jt | Rp 15,5–16,3 jt | Rp 35,4–39,5 jt |
| Rp 5 juta | Rp 3,50–3,53 jt | Rp 7,18–7,32 jt | Rp 19,4–20,4 jt | Rp 44,3–49,3 jt |
| Rp 7,5 juta | Rp 5,25–5,30 jt | Rp 10,8–11,0 jt | Rp 29,1–30,6 jt | Rp 66,4–74,0 jt |
| Rp 10 juta | Rp 7,00–7,06 jt | Rp 14,4–14,6 jt | Rp 38,8–40,8 jt | Rp 88,5–98,7 jt |
Asumsi: saldo awal nol, gaji tetap, iuran JHT 5,7% masuk setiap akhir bulan, pengembangan 5% (angka kiri) dan 7% (angka kanan) per tahun dibukukan bulanan. Belum termasuk penarikan, kenaikan gaji, atau pajak saat pencairan. Ilustrasi edukasi, bukan janji imbal hasil. Untuk proyeksi sampai usia pensiun dengan kenaikan gaji, gunakan kalkulator di atas.
Sumber (dibaca 7 Oktober 2026): PP 46/2015 Pasal 16 dan 27; BPJS Ketenagakerjaan, Laporan Pengelolaan Program Tahun 2025 (diaudit) — yield on investment program JHT.
Pantau angka ini terusSimpan angka ini
Coba gratis 7 hari