IHSG: Indeks Pasar Saham Indonesia
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), juga dikenal sebagai JCI (Jakarta Composite Index), adalah indeks utama pasar saham Indonesia yang mencerminkan harga rata-rata tertimbang dari seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX).
2 min read · Updated June 2026
IHSG diluncurkan 1 April 1983 dengan basis 100 dan dihitung secara real-time selama jam perdagangan IDX (Senin-Jumat, sesi pagi 09:00-12:00 WIB dan sesi siang 13:30-16:00 WIB). IHSG mencakup seluruh saham di IDX (~750+ emiten per 2025), berbeda dari LQ45 yang hanya mencakup 45 saham terlikuid.
Level historis IHSG: tahun 1990 ~400, tahun 2000 ~700, tahun 2010 ~3.700, tahun 2020 ~5.900, tahun 2024 mencapai ~7.300, dengan koreksi dan kenaikan periodik. Return tahunan IHSG (CAGR 1995-2024) sekitar 9-10% nominal, atau 5-6% riil setelah dikurangi inflasi BPS rata-rata.
Akses ke IHSG melalui dua jalur: (1) Reksa Dana Indeks atau Reksa Dana Saham yang melacak IHSG (atau LQ45/IDX30 sebagai proxy). Tersedia di TEFAS dan platform APERD. (2) Saham individual di IDX langsung melalui sekuritas (Stockbit Sekuritas, Mirae Asset, Indo Premier, dll). Pembelian saham minimum 1 lot = 100 lembar.
IHSG dirilis real-time di idx.co.id, RTI, dan platform sekuritas. Untuk paparan luas pasar Indonesia dengan biaya rendah, Reksa Dana Indeks LQ45 sering dipilih (biaya manajemen 0,3-0,8% p.a. lebih rendah dari Reksa Dana Saham aktif).

